Jurnalgolkar.com – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Dr. Ilyas Indra, menilai terpilihnya Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2024–2029 membawa warna baru dalam perjalanan politik partai berlambang pohon beringin tersebut.
Menurut Ilyas, Bahlil merupakan sosok kader yang berasal dari kalangan rakyat dan memiliki perjalanan hidup yang panjang sebelum mencapai posisi puncak di Partai Golkar.
Ia menilai latar belakang tersebut menjadi modal penting bagi Golkar untuk membangun kedekatan yang lebih kuat dengan masyarakat.
Bahlil Dinilai Berangkat dari Rakyat
Ilyas mengatakan, selama perjalanan sejarahnya, Partai Golkar kerap dipimpin oleh tokoh-tokoh yang memiliki latar belakang keluarga politik maupun pejabat.
Namun, menurutnya, kepemimpinan Bahlil menghadirkan perspektif yang berbeda karena berasal dari kalangan masyarakat biasa dan membangun kariernya melalui proses panjang.
“Dari kisah perjalanan Ketua Umum Partai Golkar periode 2024–2029, Bahlil Lahadalia adalah orang biasa yang sejak kecil bekerja keras, bahkan pernah menjadi sopir angkot dalam perjuangan hidupnya untuk mencapai kesuksesan,” ujar Ilyas.
Menurut Ilyas, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan Partai Golkar tidak hanya terbuka bagi kalangan elite, tetapi juga memberikan ruang bagi kader yang tumbuh dari bawah.
Ketua Umum Termuda
Ilyas juga menyoroti usia Bahlil ketika terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
Menurutnya, Bahlil membawa energi generasi yang lebih muda ke dalam kepemimpinan partai.
“Tentu ini energi terbaik untuk membangun Partai Golkar menjadi partai kuat dan memenangkan Pemilu 2029 nanti dengan mengetuk hati rakyat,” katanya.
Ilyas menilai pengalaman Bahlil sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) serta perjalanan kariernya di dunia politik dan pemerintahan menjadi modal untuk memperkuat organisasi Partai Golkar.
“Suara Rakyat, Suara Golkar”
Salah satu hal yang mendapat perhatian Ilyas adalah slogan yang digaungkan Bahlil setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar, yakni “Suara Rakyat, Suara Golkar.”
Menurut Ilyas, semangat tersebut memiliki kesesuaian dengan nilai perjuangan SOKSI yang selama ini menempatkan kepentingan rakyat dan manusia karya sebagai bagian penting dalam perjuangannya.
“Motto ‘Suara Rakyat, Suara Golkar’ yang dicanangkan oleh Ketua Umum Partai Golkar Bapak Bahlil Lahadalia sejalan dengan semangat Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang membawa misi kerakyatan dan manusia karya untuk Golkar dan Indonesia,” tegas Ilyas.
Ia berharap slogan tersebut tidak berhenti sebagai jargon politik, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kerja nyata para kader Golkar di seluruh Indonesia.
Dorong Kader Golkar Dengarkan Aspirasi Masyarakat
Lebih lanjut, Ilyas berharap seluruh kader Partai Golkar dapat menjadikan suara masyarakat sebagai salah satu dasar dalam menjalankan kerja politik.
Menurutnya, kader Golkar memiliki posisi dan kapasitas masing-masing di berbagai tingkatan, sehingga dapat mengambil peran dalam memahami sekaligus melayani kebutuhan masyarakat.
“Semangat itu semoga terus membawa Partai Golkar memahami dan melayani suara rakyat dengan posisi dan kapasitas kader Golkar masing-masing di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Bagi Ilyas, kedekatan dengan rakyat merupakan salah satu kunci penting bagi Partai Golkar dalam menghadapi dinamika politik nasional.
Target Besar Menuju Pemilu 2029
Dengan kepemimpinan Bahlil, Ilyas berharap Partai Golkar mampu melakukan konsolidasi secara menyeluruh dan memperkuat basis kader hingga tingkat bawah.
Ia meyakini kombinasi antara pengalaman organisasi, kekuatan kader dan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat dapat menjadi modal bagi Golkar untuk menghadapi Pemilu 2029.
“Dengan semangat itu semoga Golkar bisa menjadi partai pemenang Pemilu 2029 nanti,” pungkas Ilyas.











